News

Pemkot Bau-Bau Peringati Lailatul Qadar Pukul 00.00Wita

26/08/2010

Pemerintah Kota BauBau bersama masyarakat memperingati malam Lailatul Qadar (qunut) , sekitar Pukul 00.00Wita, usai melaksanakan Shalat Tarwih di Baruga Kraton (26/8). Suatu tradisi dari masyarakat Buton secara umum, dan sampai sekarang masyarakat Bau-Bau masih memelihara tradisi tersebut dengan baik. “ini terkait  dengan simbol umara dan ulama yang diisyaratkan dengan sara ogena, sara pemerintah dan sara ulama,” ungkap Walikota Bau-Bau, Drs MZ Amirul Tamim M.Si usai kegiatan .
“Secara tradisi dalam bulan ramadhan, ada berapa acara-acara ritual yang tidak pernah dilewatkan masyarakat, seperti yang terjadi pada subuh hari ini (02.00 Wita. Tanggal 26 Agustus) di dalam tradisi menyambut turunya lailatulqadar, masyarakat menanandai dengan adanya qunut pertama dan ini kalau direfleksikan dalam kehidupan dan kejadian manusia yang memiliki makna sangat mendalam, yakni tentang bagaimana proses  awal manusia diciptakan,dan bagaiman cara dan sikap masyarakat Buton dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Dikatakan, simbolisasi dalam acara-acara tradisi seperti ini mempunyai makna yang perlu dimanifestasikan dalam kehidupan keseharian kita. Kegiatan seperti ini sebagai alat untuk initropeksi diri di era yang moderen. Karena bila diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari tradisi ini insaya Allah  kehidupan masyarakat damai, cinta sesama, dekat pada pencipta dan cinta terhadap lingkungan, inilah modal untuk mencapi masa depan lebih baik.
Refleksi dari Qunut,bahwa Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk terakhir dengan kesempurnaannya dibanding dengan makhluk ciptaannya yang lain, “ditubuh manusialah terdapat semua unsur saling terkait, dan jika diaplikasikan akan terjadi keseimbangan-keseimbangan. Komponen-komponen penting dalam anatomi tubuh manusia sangat vital tersebut yakni,  Jantung diantomikan sebagai ekonomi, otak analognya sumber daya manusia, urat nadi sebagai transportasi yang menghubungkan titik yang satu dengan titik yang lainnya, paru-paru dianlogkkan sebagai lingkungan dan Hati , yang kata Rasul bahwa jika segumpal daging itu baik maka baik pulalah manusia itu, di anologkkan sebagai budaya dan agama. Itulah konsep untuk membangun sebuah daerah
“Saya berharapkegiatan ini memberi manfaat, bukan hanya sekedar dilestarikan tetapi bagaimana nilai-nilai yang terkandung didalamnya diaplikasikan dengan baik dalam kehidupan, sehingga menjadi bagian komponen ciri khas kota sebagai pusat peradaban masa lalu,seaimana sejarah lahirnya islam dikawasan ini, yang menjadi warna dan cerminan dimasa-masa yang akan datang. (nur kominfo)

Indeks Berita »



Warning: mysql_close(): 2 is not a valid MySQL-Link resource in /home/adythree/public_html/amirultamim.info/home/index.php on line 42