Profil Personal - Walikota Pertama Kota Bau-Bau
Amirul Tamim: Walikota Pertama Kota Bau-Bau
Setelah kota Bau-Bau dinyatakan sebagai daerah otonom pada 17 Oktober 2001, pemerintah pusat melalui Gubernur Sulawesi Tenggara Drs. H Laode Kaimuddin melakukan persiapan untuk memilih wali kota yang defenitif. Amirul yang jauh sebelumnya pernah bertugas di daerah ini sebagai Camat Betoambari (1986-1993), berniat untuk ikut dalam pemilihan wali kota dan bertekad memenangkannya.
Ia terpanggil untuk 'bertarung' memperebutkan jabatan wali kota sebab ingin memajukan kota Bau-Bau. Keyakinan bahwa ia mampu melaksanakan hal tersebut jika mendapat amanah sebagai Wali kota Bau-Bau, didasari pengalamannya selama sekitar tujuh tahun menjadi camat di daerah ini. Sehingga Amirul sudah tahu persis potensi yang ada dan punya kiat-kiat khusus untuk mengembangkannya.
‘'Sejak pertama kali saya mencalonkan diri dalam Pilkada Wali kota Bau-Bau, saya optimis akan menang. Saya yakin Allah SWT mempunyai rencana untuk saya. Saya selalu berdoa, memohon petunjuk agar Allah SWT memberikan terbaik kepada saya. Alhamdulillah doa saya dikabulkan-Nya. Saya bersyukur atas hal tersebut. Kemenangan itu membuat saya lebih sungguh-sungguh dalam bekerja dan berkarya. Saya ingin menunjukkan kepada rakyat Bau-Bau bahwa saya serius sebagai pemimpin mereka,'' kata Amirul. Keseriusan itu ditunjukkan dengan melakukan persiapan sebaik mungkin. Visi dan Misi disusun, untuk disampaikan di depan seluruh anggota DPRD kota Bau-Bau yang jumlahnya 25 orang.
Visi yang disampaikan Amirul pada Pilkada pertama Kota Bau-Bau untuk periode 2003-2008 adalah: Terwujudnya Kota Bau-Bau Sebagai Pintu Gerbang Ekonomi dan Parawisata di Sulawesi Tenggara dengan didukung oleh tersedianya sarana dan prasarana kota yang memadai serta adanya kehidupan masyarakat modern dengan tetap berlandaskan pada adat dan budaya lokal". Sedangkan Misinya sebagai berikut:
- Misi Peningkatan Sarana Prasarana dan Pengembangan Kota Berbasis Water Front City.
- Misi Peningkatan Perekonomian dan Pemberdayaan Masyarakat.
- Misi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.
- Misi Peningkatan Pelayanan Publik
- Misi Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pembangunan yang Berkelanjutan
- Misi Pengembangan Sosial Budaya dan Pariwisata.
- Misi Penegakan Supremasi Hukum, Politik dan Hak Azasi Manusia serta Tata Pemerintahan yang Baik.
Selain Visi dan Misi, pada 6 Januari 2003, ada hal menarik yang disampaikan Amirul di depan seluruh anggota DPRD kota Bau-Bau yakni motto 'Semerbak' untuk kota Bau-Bau. Hal itu menunjukkan pemikiran cemerlang dan cerdas dari dirinya.
Terbukti, karena motto itu sampai sekarang masih tetap dipertahankan dan secara bertahap diupayakan untuk diwujudkan. Sehingga tidak sekedar motto tanpa makna dan arti bagi rakyat Bau-Bau. Semerbak menurut Amirul adalah singkatan dari Sejahtera, Menawan, Ramah, Bersih, Aman dan Kenangan.



